Kolaborasi bersama Gapoktan

Ingin berkolaborasi bersama Gapoktan? Kami terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak.

Hubungi Sekarang

Pupuk Root Up: Kandungan, Manfaat, Dosis, dan Cara Pakai untuk Perakaran Kuat

Memiliki tanaman dengan pertumbuhan pesat dan panen melimpah adalah impian setiap petani maupun pecinta tanaman hias. Namun, rahasia utama dari tanaman yang sehat selalu dimulai dari bawah tanah, yaitu sistem perakaran yang kuat. Pupuk Root Up hadir sebagai salah satu solusi paling populer dan efektif di kalangan praktisi pertanian untuk memacu pembentukan serta pertumbuhan akar secara optimal.

Secara teknis agronomis, Root Up merupakan zat pengatur tumbuh (ZPT) berwujud tepung yang diformulasikan khusus untuk merangsang akar pada perbanyakan vegetatif (seperti stek dan cangkok) sekaligus melindungi bibit dari serangan penyakit tanah.

Kandungan dan Komposisi Unsur Hara Pupuk Root Up

Meskipun di pasaran sering disebut sebagai "pupuk", Pupuk Root Up pada dasarnya adalah kombinasi antara hormon pertumbuhan akar (auksin sintetis), bahan penunjang nutrisi, serta perlindungan fungisida.

Berikut adalah komposisi dan fungsi zat aktif yang terkandung di dalamnya:

  • Indole-3-Butyric Acid (IBA): Hormon auksin utama yang berfungsi memicu pembelahan sel awal pada jaringan kambium batang untuk membentuk calon akar baru.

  • Naphthalene Acetic Acid (NAA): Hormon auksin pendukung yang bekerja sinergis dengan IBA untuk mempercepat pemanjangan dan percabangan akar sekunder.

  • Thiram (Fungisida Organik): Senyawa protektan yang melindungi luka bekas potongan stek atau cangkok dari infeksi jamur (fungi) dan pembusukan.

  • Nutrisi Tambahan & Vitamin (B1): Mengandung jejak hara mikro serta vitamin kompleks untuk mengurangi tingkat stres tanaman saat proses pemindahan atau pemotongan jaringan.

Fungsi dan Manfaat Utama Pupuk Root Up bagi Tanaman

Secara agronomis, penggunaan produk ini memberikan dampak langsung pada fisiologi jaringan tanaman. Beberapa manfaat utamanya meliputi:

  1. Mempercepat Pembentukan Akar Baru: Memangkas durasi pembentukan akar pada perbanyakan stek dan cangkok hingga 30–50% lebih cepat dibanding tanpa perlakuan.

  2. Mencegah Pembusukan Batang (Damping-off): Kandungan Thiram secara aktif melapisi area luka potong dari mikroorganisme patogen tanah.

  3. Meningkatkan Efisiensi Penyerapan Hara: Akar yang tumbuh lebih banyak dan bercabang rapat membuat kemampuan menyerap air dan pupuk makro (N, P, K) menjadi jauh lebih maksimal.

  4. Mengurangi Transplant Shock: Membantu bibit muda beradaptasi lebih cepat saat dipindahkan dari persemaian ke lahan terbuka atau pot baru.

Jenis Tanaman dan Komoditas yang Cocok

Pupuk Root Up terbukti sangat fleksibel dan aman digunakan pada berbagai jenis komoditas pertanian dan hortikultura:

Kategori TanamanContoh KomoditasMetode Aplikasi Utama
Tanaman HiasAglaonema, Monstera, Mawar, Philodendron, SansevieriaStek batang, pemisahan anakan, repotting
Tanaman BuahMangga, Durian, Alpukat, Kelengkeng, Jambu AirCangkok, stek, sambung pucuk (grafting)
Tanaman PerkebunanKopi, Teh, Lada, Karet, Cokelat (Kakao)Perbanyakan stek dan penyemaian bibit
Hortikultura / SayurCabai, Tomat, MelonKocor saat pindah tanam (transplanting)

Dosis, Cara Aplikasi, dan Waktu Pemupukan yang Tepat

Penerapan dosis yang tepat sangat krusial. Hormon tanaman bekerja pada konsentrasi mikro; penggunaan berlebihan justru dapat menghambat pertumbuhan.

1. Metode Pasta / Oles (Untuk Stek dan Cangkok)

  • Dosis: Buat adonan kental dengan mencampur 10 gram Root Up dengan sedikit air (sekitar 5–10 ml).

  • Cara Pakai:

    1. Bersihkan dan basahi bagian bawah batang stek atau bidang sayatan cangkok.

    2. Oleskan pasta Root Up secara merata pada area luka potong.

    3. Angin-anginkan selama 5–10 menit hingga pasta sedikit mengering.

    4. Tanam bahan stek ke dalam media tanam atau bungkus sayatan cangkok dengan media cocopeat.

2. Metode Kocor / Penyiraman (Untuk Bibit & Pindah Tanam)

  • Dosis: Larutkan 1–2 gram Root Up per 1 liter air.

  • Cara Pakai: Siramkan secukupnya (sekitar 100–200 ml per polibag/tanaman) ke area zona perakaran segera setelah bibit dipindahkan ke lahan atau pot baru.

Waktu Pemupukan Terbaik:

  • Stek & Cangkok: Aplikasi dilakukan satu kali saat pembuatan awal bibit.

  • Bibit Pindah Tanam: Aplikasi ideal dilakukan pada pagi hari (pukul 06.00 - 09.00) atau sore hari (pukul 15.30 - 17.00) untuk mengurangi tingkat penguapan dan stres termal pada tanaman.

Keunggulan Pupuk Root Up Dibandingkan Produk Sejenis

  • Perlindungan Ganda (Dual Action): Menggabungkan fungsi root booster dan fungisida sekaligus dalam satu kemasan.

  • Bentuk Tepung Stabil: Berbentuk serbuk (powder) yang mudah disimpan, tidak mudah kedaluwarsa dibanding formulasi cair, serta sangat melekat saat dijadikan pasta.

  • Ekonomis dan Hemat: Satu kemasan kecil dapat digunakan untuk ratusan batang stek.

Kisaran Harga Pasaran Pupuk Root Up

Dipasaran Indonesia, produk ini tergolong sangat terjangkau bagi para petani maupun hobiis tanaman hias.

  • Kemasan Botol / Kemasan 100 gram: Rp 15.000 – Rp 30.000 (tergantung wilayah dan toko pertanian).

Pertanyaan Umum Seputar Pupuk Root Up (FAQ)

Apakah Pupuk Root Up aman untuk tanaman yang sudah dewasa?

Sangat aman. Namun, penggunaannya lebih efektif difokuskan pada tahap pembibitan, perbanyakan (stek/cangkok), atau saat tanaman mengalami kerusakan akar akibat penyakit.

Berapa lama akar akan muncul setelah mengoleskan Root Up?

Pembentukan akar tergantung pada jenis tanaman. Pada tanaman hias lunak (seperti Aglaonema), akar biasanya mulai terlihat dalam 7–14 hari. Sedangkan pada tanaman berkayu (seperti Mangga atau Durian), memakan waktu sekitar 3–6 minggu.

Bisakah Root Up dicampur dengan pupuk kimia lain seperti NPK?

Untuk aplikasi oles stek/cangkok, sebaiknya gunakan Root Up secara tunggal. Untuk aplikasi kocor pada bibit muda, hindari mencampurnya langsung dengan pupuk NPK berlarut tinggi agar tidak memicu stres osmotik pada akar muda.